SMP 5 PPU Buka Suara soal Kasus Dua Siswa Terluka, CCTV Ungkap Aksi Saling Pukul

redaksi
28 Apr 2026
Share
Foto : Ilustrasi Perundungan Anak Di Sekolah SMP Negri Penajam Paser Utara.

Borneopost.co, Penajam Paser Utara – Pihak sekolah menyampaikan penjelasan terkait insiden yang melibatkan dua siswa di Penajam Paser Utara (PPU), setelah kejadian tersebut sempat dikaitkan dengan dugaan perundungan karena menyebabkan salah satu siswa mengalami luka.

Kepala SMP 5, Yaleswati, menerangkan bahwa kejadian berawal dari interaksi antara para siswa di area sekolah. Situasi tersebut kemudian memanas menjadi adu mulut sebelum akhirnya berujung pada perkelahian.

Yaleswati menjelaskan, insiden bermula ketika para siswa saling meminjam bola hingga memicu perselisihan. Ketegangan kemudian meningkat menjadi aksi dorong-mendorong dan berlanjut pada perkelahian antar keduanya.

Ia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (28/04/2026) saat pelaksanaan ujian praktik, ketika beberapa siswa tengah berada di lapangan sekolah. Kejadian berlangsung cepat sebelum salah satu siswa akhirnya mengalami luka.

Dari hasil penelusuran pihak sekolah, termasuk melalui rekaman CCTV yang juga telah disampaikan kepada bupati, tampak bahwa kedua siswa terlibat aksi saling pukul dalam insiden tersebut.

Menurut keterangan pihak sekolah, rekaman CCTV menunjukkan adanya aksi saling pukul antara kedua siswa, dengan situasi yang berlangsung cepat di lokasi kejadian.

Sekolah juga menerima informasi mengenai dugaan saling ejek yang terjadi sebelum insiden, namun hal tersebut masih dalam proses pendalaman lebih lanjut. Meski begitu, pihak sekolah menegaskan bahwa peristiwa utama yang terjadi di lapangan adalah perkelahian antar siswa.

Sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, sekolah menyatakan telah secara rutin menggelar sosialisasi anti-perundungan, memperkuat pendidikan karakter bagi siswa, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak terkait seperti DP3AP2KB dan kepolisian melalui deklarasi bersama.

Pihak sekolah menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi serta penguatan karakter kepada siswa telah dilaksanakan secara rutin setiap hari sebagai bagian dari program sekolah.

Dalam penanganan kasus tersebut, sekolah turut melibatkan DP3AP2KB Penajam Paser Utara untuk memberikan pendampingan, termasuk mendukung proses forensik agar penanganan dapat berlangsung secara objektif dan transparan.

Selain itu, arahan dari bupati juga meminta agar DP3AP2KB ikut mengawal proses forensik guna memastikan seluruh tahapan penanganan berjalan dengan tepat.

Yaleswati berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan atas informasi yang beredar di publik dan memberi kesempatan kepada pihak terkait untuk menuntaskan proses penanganan sesuai prosedur yang berlaku.